Pages

Sabtu, 12 Oktober 2013

Hidup baruku

hai blogku sayang, tempat curahan hatiku.. hari ini aku ingin bercerita tentang kehidupan rumah tangga dan keluargaku.. 8 september 2012 aku resmi menjadi seorang istri.
dengan seseorang yang bernama ade wardoyo yang telah menerima aku apa adanya.. 1 minggu setelah pernikahanku, suamiku ngotot ingin pindah ke sebuah kontrakan.. padahal waktu itu orang guaku menghalangi dengan alasan pekerjaan suamiku yang belum mapan sehingga perekonomianku.. tapi keegoisan suamiku begitu teguh, dia tetap pada prinsipnya, akupun mengalah.. bulan pertama perekonomian mulai terusik, hingga terjadi sedikit salah faham.. yang membuatku semakin terpuruk adalah ketika aku menyadari ternyata perekonomian keluargaku terusik oleh mertuaku yang membuat kehidupan perekonomianku kacaw. dan ketika aku menyadari bahwa dibalik kemewahan resepsi pernikahanku adalah hasil dari hutang yang begitu besar dan harus ditanggung oleh suamiku, karena tabungan suamiku telah ludes dipakai mertuaku.. setiap hari hari dipenuhi dengan suara handphone yang meminta uangnya dikembalikan, atau dari Koperasi simpan pinjam yang bunganya mencekik yang mengingatkan kalau sudah tanggalnya setor. bulan kedua aku aku hamil, dan aku tidak tau harus bersyukur atau mengeluh, tapi aku tetap bersyukur. kehidupan keluargaku masih sama dengan bulan pertama. bedanya, suami dan mertuaku mulai mendapat motivasi dengan adanya proyek nusakambangan yang kabarnya dapat membuat kehidupan mereka berubah total.. bulan ketiga, keempat, kelima dan seterusnya ternyata proyek itu hanya mengambangkan hati mereka berdua dan semakin membuat mereka terpuruk, begitupun aku.. ketika usia kandunganku mencapai usia 7 bulan, aku mengalami ketidakwajaran dalam kehamilanku sehingga aku perlu memeriksakan kandunganku ke dokter spesialis, tapi apalah daya aku tak punya biaya, hingga ayah dan ibuku menawarkan diri untuk memeriksakan aku dengan catatan suamiku yang meminta. sedikit sulit, karena gengsi suamiku sangat tinggi. mengapa orang tuaku butuh permintaan dari suamiku, karena suamiku sangat mengatur aku dan menuntutku untuk menurutinya. bahkan ketika ortuku mengajakku pergi, bahkan tak jarang aku tak bisa pergi dengan ortuku karena suamiku. finish, aku sembuh dari sakitku..

0 komentar:

Posting Komentar