Sabtu, 12 Oktober 2013
Prahara Rumah Tangga
Dalam rumah tangga selalu ada masalah yang mendera..
ada istilah " kesetiaan istri diuji ketika suami tidak memiliki apa-apa, tapi kesetiaan suami diuji ketika suami memiliki segalanya "
ketika aku mendapati jika suamiku tak memiliki uang yang cukup, aku bersabar dan tetap menerima dia apa adanya dengan segala kasih sayang yang dia berikan padaku..
namum ketika proyek nusakambangan itu membuat suamiku bergelimuang harta, dia mulai merambah dunia yang membuat hatiku tertusuk..
dunia karaoke, soju, elsi..
tabahkanlah aku Tuhan..
Lahirnya Malaikat Kecilku
25 juni 2013, pukul 05.30
bidan Nunung, Tinggarjaya
Berat 3 kilo dan panjang 52cm
melahirkan dengan normal
malaikat kecilku yang membuat aku menangis bahagia setelah perjuangan melawan kesakitan yang tiada tandingannya..
aku begitu bangga bisa melahirkan dia secara normal, dia adalah segalanya untuk hidupku sampai detik ini..
pertumbuhannya cukup cepat..
sekarang usianya sudah 3 bulan..
berat 6,5 kilo..
harapanku, dia akan tumbuh menjadi anak yang sholehah, dan selalu penuh berkah dari Allah SWT.
ibu sayang kamu nak.
Hidup baruku
hai blogku sayang, tempat curahan hatiku..
hari ini aku ingin bercerita tentang kehidupan rumah tangga dan keluargaku..
8 september 2012
aku resmi menjadi seorang istri.
dengan seseorang yang bernama ade wardoyo yang telah menerima aku apa adanya..
1 minggu setelah pernikahanku, suamiku ngotot ingin pindah ke sebuah kontrakan..
padahal waktu itu orang guaku menghalangi dengan alasan pekerjaan suamiku yang belum mapan sehingga perekonomianku..
tapi keegoisan suamiku begitu teguh, dia tetap pada prinsipnya, akupun mengalah..
bulan pertama perekonomian mulai terusik, hingga terjadi sedikit salah faham..
yang membuatku semakin terpuruk adalah ketika aku menyadari ternyata perekonomian keluargaku terusik oleh mertuaku yang membuat kehidupan perekonomianku kacaw.
dan ketika aku menyadari bahwa dibalik kemewahan resepsi pernikahanku adalah hasil dari hutang yang begitu besar dan harus ditanggung oleh suamiku, karena tabungan suamiku telah ludes dipakai mertuaku..
setiap hari hari dipenuhi dengan suara handphone yang meminta uangnya dikembalikan, atau dari Koperasi simpan pinjam yang bunganya mencekik yang mengingatkan kalau sudah tanggalnya setor.
bulan kedua aku aku hamil, dan aku tidak tau harus bersyukur atau mengeluh, tapi aku tetap bersyukur.
kehidupan keluargaku masih sama dengan bulan pertama.
bedanya, suami dan mertuaku mulai mendapat motivasi dengan adanya proyek nusakambangan yang kabarnya dapat membuat kehidupan mereka berubah total..
bulan ketiga, keempat, kelima dan seterusnya ternyata proyek itu hanya mengambangkan hati mereka berdua dan semakin membuat mereka terpuruk, begitupun aku..
ketika usia kandunganku mencapai usia 7 bulan, aku mengalami ketidakwajaran dalam kehamilanku sehingga aku perlu memeriksakan kandunganku ke dokter spesialis, tapi apalah daya aku tak punya biaya, hingga ayah dan ibuku menawarkan diri untuk memeriksakan aku dengan catatan suamiku yang meminta. sedikit sulit, karena gengsi suamiku sangat tinggi. mengapa orang tuaku butuh permintaan dari suamiku, karena suamiku sangat mengatur aku dan menuntutku untuk menurutinya. bahkan ketika ortuku mengajakku pergi, bahkan tak jarang aku tak bisa pergi dengan ortuku karena suamiku.
finish, aku sembuh dari sakitku..














